Home / Program Kegiatan Ma’had Al-Jami’ah

Program Kegiatan Ma’had Al-Jami’ah

Pelayanan yang dimaksudkan di sini adalah berbagai tugas dan kewajiban para penyelenggara –unit akademik, unit kemahasantrian, unit tahfiz, unit ibadah dan para musrif/ah menyangkut pembelajaran dan bimbingan yang dilakukan dalam mengupayakan keberhasilan ma’had terhadap capaian visi dan misi ma’had itu sendiri. Bimbingan dan pembelajaran di ma’had pada hakikatnya mengadopsi berbagai tradisi yang dilakukan di pesantren tradisional dan modern, mulai dari penguatan aqidah, pelaksanaan ibadah yang dibimbing, pengkajian kutubut turats, pengamalan doa, wirid & shalawat (Ad’iyah, al Aurat wal Azkar), pengembangan sikap entrepreneurship, kemandirian juga pembelajaran yang lebih intensif dalam berbagai dasar-dasar keislaman yang besumber dari al-Quran dan Sunnah Nabawiyyah, bi’ah (meleu/lingkungan) berbahasa Arab/Inggris yang aktif (tanmiyah al-lughah). pembinaan akhlak dan kedalaman spiritual, pembinaan life skill.

Pengembangan pembelajaran dan karakter yang diupayakan di Ma’had dapat berupa penumbuhkembangan kemandirian melalui organisasi kemahasantrian, kedisiplinan, life skill, dan berbagai cabang keilmuan.

Adapun program layanan Ma’had berupa .

1.Pembelajaran Bahasa Arab & Inggris

Pembelajaran bahasa Arab dan bahasa Inggris menggunakan sistem klasikal berdasarkan klasifikasi nilai dan kemampuan berdasarkan hasil dari placementest yang dilakukan sejak awal penerimaan mahasantri baru dalam masa sekaligus pekan perkenalan, pada awal semester.

Waktu pembelajaran mengambil masa di luar jam perkuliahan di fakultas,

1.Kelas pagi bermula dari jam 08.00 WIB sampai jam 09.30 untuk kelas bahasa arab dan dilanjutkan jam 10.00 sampai 11.30 untuk kelas bahasa Inggris. Sedangkan sore hari mulai dari pukul 14.00 sampai 15.30 untuk bahasa Inggris kemudian di lanjutkan dari jam 16.00 – 17.3. kemudian dilanjutkan pada malam hari dari jam 20.00 – 22.00 WIB.

          Pembelajaran di kelas menggunakan standar buku al-Arabiyah baina Yadaik, yang meliputi tiga maharah dan Qawaid (kitabah, Qiroah, Istima’, kalam) dengan menggunakan media pembelajaran mutimedia melalui: Tape recorder, labor bahasa dan televisi siaran luar negeri dan e-learning.

2.Di Asrama

Pembekalan bahasa melalui beberapa sistem wajib berbahasa resmi (Arab & Inggris) full day dan dengan beberapa metode di antaranya:

          Memberikan 5 kosa kata setiap seminggu 3 kali setelah sholat Shubuh menjelang persiapan perkuliahan dan setiap malam hari sebelum tidur. Kemudian ditambah dengan shobahul Lughah (Al-muhadatsah,)setiap pagi Minggu sebelum olahraga wajib (maraton & senam santri).

          Di samping itu diselingi dengan kuis-kuis bahasa yang diadakan sebulan sekali, lomba pidato dan drama dan debat berbahasa Arab dan Inggris, memberikan buku panduan kosa kata yang diterbitkan oleh penggerak bahasa Asrama.

          Mengadakan mahkamah bahasa seminggu 3 kali setelah Magrib menjelang Isya’ dengan memberikan sanksi-sanksi non fisik yang edukatif. Di samping peneguran langsung di tempat bagi pelanggar disiplin bahasa yang dianggap pelanggaran ringan yang merupakan salah satu diantara tiga pelanggaran (ringan, sedang & berat) yang ditetapkan berdasarkan AD ART organisasi Lembaga pengurus Asrama (La-PASMA).

          Menggunakan pola berbahasa resmi dalam setiap pengumuman dan informasi melalui mading, sound system, dan website Ma’had Al-Jami’ah

          Mendatangkan native speaker sebagai motivasi dan contoh dalam berbahasa dengan mengadakan dialog interaktif atau orasi berbahasa Arab khususnya sekurang-kurangnya seminggu sekali.

          Dan komunikasi interaktif antara mahasantri kepada pengurus Asrama (mudabbir & musyrif) yang menggunakan sistem no arabic no service, no english no service termasuk perizinan kepada Bagian kemahasiswaan sesuai dengan minggu bahasa yang belaku.  

          Memberikan kartu percakapan tematik setiap dua minggu sekali yang semuanya akan dievaluasi melalui ujian resmi ma’had Al-Jami’ah setiap akhir semester.

          Bagi santri senior/mudabbir diberikan pembekalan pembelajaran bahasa dan kitab-kitab klasik secara manual dan digital pada jam 20.00-22.00 WIB

          Pelatihan Qira’atul kutub turats

          Pemutaran kaset berbahasa Arab & Inggris pada waktu tertentu melalui sound system informasi di asrama.

3.Minggu berbahasa

Minggu berbahasa adalah sistem wajib berbahasa resmi (Arab dan Inggris secara continyu sepanjang masa pembinaan di asrama selain waktu libur.

2.Bimbingan Qiro’ah & Tahfidz

Pola yang dikembangkan di Ma’had al-Jami’ah dalam pengelolaan tahfidz di bawah koordinasi unit tahfidz dengan membuat sistem kelompok (Talaqqi) sesuai kemampuan mahasantri berdasarkan hasil placementest di awal penerimaan mahasiswa baru. setelah Maghrib dan Setelah Subuh 4 kali dalam satu minggu. Masing-masing kelompok dibimbing seorang pembimbing (musammi’) dari kalangan Ustadz pembina dan santri senior yang mampu dan ditunjuk langsung oleh ketua unit tahfidz.

Dalam pembelajaran musammi’ terlebih dahulu memastikan kemampuan peserta didiknya dalam fashohah, tajwid, dan kelancaran membaca yang kemudian dibimbing dan diberikan pemahaman sekaligus praktik dalam membaca al-Qur’an

Masing-masing kelompok dikelola secara perorangan dengan menggunakan metode Qiro’aty atau Iqra’ bagi yang belum mampu membaca dengan baik dan benar. Sedangkan bagi yang dianggap mampu membaca dengan baik dan benar diarahkan dan diwajibkan untuk menghafal mulai dari Juz Amma (juz 30) sampai beberapa surah-surah pilihan yang telah ditentukan pengelola tahfidz. Dan standar ini statusnya wajib bagi seluruh mahasantri Ma’had Al-Jami’ah. Sementara bagi para mahasantri yang telah menyelesaikan hafalan wajibnya dianjurkan untuk mengikuti lajnah tahfidz yang merupakan binaan lanjutan bagi mahasantri yang mempunyai kecenderungan dan minat untuk menghafal Al-Qur’an secara keseluruhan (30 Juz). Dan mahasantri kategori ini terdiri dari pada mereka yang pernah menghafal beberapa juz (selain Juz Amma) sebelum masuk Ma’had Al-Jami’ah.

Adapun model pengelolaan lajnah Tahfidz mereka dikelola langsung oleh beberapa mahasantri senior yang mempunyai hafalan di atas 5 juz selain juz Amma dengan memberikan batas-batas target capaian tertentu yang harus dipenuhi bagi setiap peserta dan disetorkan 3 kali seminggu, sementara para pengelola yang masih belum hafal 30 juz, mereka pun diwajibkan menyetor kepada ustadz pembina sesuai target yang diberikan masing-masing pembinanya. Dan biasanya pembekalan mereka tidak hanya sebatas menghafal, tapi juga diberikan pemahaman dan pendalaman tentang tajwid, fashohah, dan tanda-tanda baca dalam Al-Qur’an kemudian tentang makna dan tafsiran dari ayat-ayat yang dihafal. Disamping itu mereka juga diberikan pembekalan metode baca Al-Qur’an dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan Ma’had Al-Jami’ah dengan mendatangkan pengelola metode baca Al-Qur’an Qiroaty khususnya, maupun mengutus mereka ke tempat pengelolaan tersebut. Namun demikian mereka belum dibenarkan untuk mengikuti musabaqoh-musabaqoh yang diadakan pemerintah secara periodik baik tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi maupun nasional kecuali apabila diadakan oleh perguruan tinggi lain yang ada di seluruh Indonesia. Hal ini demi menjaga niat dan tujuan dari menghafal Al-Qur’an yang berorientasi pada kompetisi, disamping itu diyakini mereka yang terlibat kompetisi periodik tersebut akan mengganggu kelancaran dan kestabilan pengelolaan tahfidz. Karena   bagi mereka yang menang dalam kompetisi selalu mengambil waktu khusus yang disebut TC (Training Center) yang diadakan pemerintah secara berkala tiap bulan yang berimplikasi menghambat kestabilan pembinaan dan pembelajaran, khususnya program tahfidz di Ma’had Al-Jami’ah. Lain halnya apabila kompetisi (musabaqoh) yang diadakan oleh perguruan tinggi di seluruh Indonesia, mereka diizinkan untuk mengikutinya karena dipandang perlu mewakili institusi dan membawa nama baik bagi lembaga maupun institusi, dan kompetisi ini biasanya tidak diadakan secara berkala dan pembinaan sepenuhnya masih diserahkan kepada Ma’had Al-Jami’ah sehingga tidak mengganggu stabilitas dan kontinuitas pengelolaan dan tidak terkontaminasi oleh budaya dan semangat berkompetisi yang dapat mempengaruhi niat semula dalam menghafal Al-Qur’an.

3.Bimbingan Ibadah dan Wirid

Jalannya pembinaan ibadah dan wirid seiring pelaksanaan ibadah ritual (mahdhoh) dalam menjalankan shalat lima waktu secara berjamaah di Masjid Jami’ mereka diberikan pelatihan dan praktik pelaksanaan shalat sekaligus menjadi imam, khattib dan bilal, kemudian wirid secara berjamaah. Setiap selesai shalat berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan wirdul lafif antara maghrib dan isya dua kali seminggu. dan ditambah marawis tiap malam Jum’at bagi mahasantri putra dan yasinan serta tahlil bagi mahasantri putri dua kali sebulan tiap malam Jum’at. yang diselingi dengan pembelajaran fiqhunnisa’ (Fiqih wanita) dua kali dalam sebulan antara maghrib dan Isya’ yang dilaksanakan di asrama putri. Selain waktu-waktu tersebut mereka diberikan pengajian-pengajian fiqih, hadits, tafsir, tasawuf, maupun kuliah umum motivasi fi tholabil ilmi dalam bentuk ceramah oleh para ustad secara terjadwal.

Bagi mahasantri putra mereka diberikan pembekalan secara non formal dalam tata cara pelaksanaan ibadah maupun imam, khattib dan bilal sekaligus evaluasi dan koreksi terhadap kesalahan-kesalahan dalam praktek keseharian mereka.

4.Keterampilan-keterampilan

a.Pertamanan

Pelatihan dan pengelolaan pertamanan di Ma’ha Al-Jami’ah dikelola oleh mahasantri senior secara intensif dan berkesinambungan khususnya bagi mereka yang berminat dan hobi dalam pengelolaan pertamanan terutama bagi mahasiswa jurusan Biologi. Hal ini di samping menunjang dan memberdayakan potensi keilmuan mereka berdasarkan jurusan juga untuk memberi peluang bagi mahasantri non jurusan yang ingin mengembangkan minat dan bakat berdasarkan hobi dan kecenderungan. Untuk itu mereka dibimbing langsung oleh pembina dalam hal tata ruang, keindahan dan kebersihan lingkungan ma’had al-Jami’ah khususnya dan dalam IAIN pada umumnya. Mereka dibimbing dan diarahkan mulai dari pengadaan, pengembangbiakan, perawatan, dan pelestarian Dari berbagai macam bibit tanaman-tanaman hias, berupa pencangkokan, stek, okulasi, bonsai, maupun penyemaian bibit. Di samping itu mereka juga diajarkan cara pembuatan landscaping yang ada dilingkungkan Ma’had berupa taman hias dan kolam hias. Kemudian mereka dilibatkan langsung dalam penataan dekorasi ruang dalam setiap momen acara-acara yang diadakan Ma’had Al-Jami’ah maupun oleh pihak-pihak lain di lingkungan IAIN STS Jambi. Walaupun tidak jarang mereka terlibat dalam acara-acara yang diselenggarakan oleh pihak lain di luar lingkungan IAIN, seperti Expo yang diadakan oleh pemerintah daerah atau provinsi, seminar-seminar, dll. Di samping itu

b.Kaligrafi

Pengelolaan kaligrafi dengan mengadakan lomba-lomba dalam rangka mencari bakat-bakat dan hobi mahasantri, kemudian mereka diberikan kursus secara formal dan berkala tiap sabtu-minggu oleh para santri senior yang berpengalaman di bawah organisasi pengurus asrama Ma’had Al-Jami’ah (La_PASMA) dan nonformal bagi yang ingin memperdalam dengan mendatangi langsung galeri Ma’had yang telah tersedia.

Adapun model-model kaligrafi yang dikembangkan di Ma’had Al-Jami’ah meliputi kaligrafi kanvas, kertas, kaca, dan hiasan dinding. Media kanvas biasanya dipadukan dengan bakground lukisan. Sedangkan kertas dipadu dengan gaya dekorasi hiasan mushaf, kaca yang digunakan adalah kaca cermin yang diukir dengan menonjolkan bentuk cerminnya sebagai kalimat maupun hiasan dan menggunakan kaca bening, kemudian dibentuk dengan berbagai macam model kaligrafi yang menggunakan cat minyak yang diukir dari belakang.

c.Sablon

Dengan peralatan manual berbagai macam kreasi diajarkan kepada mahasantri yunior melalui bimbingan senior. Kreasi yang dikembangkan masih sebatas kain kanvas atau baju. Waktu pelatihan biasanya pada tiap sabtu dan Minggu secara continyu.

 

d.Tata boga

Ada dua kategori peserta dalam tata boga yaitu mahasantri yunior yang digilir waktu pelatihannya perkamar. Mereka dikenalkan dengan berbagai macam resep dan model masakan, mulai dari makanan lauk pauk sampai berbagai macam kue.

Waktu pelatihan selama dua kali seminggu pada hari Sabtu dan Minggu pagi setelah pelaksanaan sholat shubuh berjamaah, kategori kedua yaitu dari para pengurus asrama putri yang digilir berdasarkan kelompok yang telah ditentukan pada setiap malam Minggu.

e.Marawis

Pembelajaran dan pelaksanaan marawis diadakan setiap malam Jum’at setelah maghrib menjelang Isya’ oleh mahasantri putra yang dibimbing dan dipimpin langsung oleh pengelola unit Ibadah bersama mahasantri senior yang telah terlatih. Dengan sesekali mendatangkan kelompok pengajar marawis dari luar. Dan mereka juga sering dilibatkan dalam acara-acara di luar Ma’had beserta berzanji dan marhaban seperti acara cukuran, walimahan dan penyambutan tamu Ma’had Al-Jamiah.

f.Rebana

Pelatihan ini dikhususkan bagi mahasantri putri setiap sabtu dan Minggu pagi setelah gotong royong pembersihan umum di asrama putri dengan dibimbing oleh mahasantriwati senior. Yang sering dilibatkan dalam setiap acara-acara yang diadakan di Ma’had sebagai hiburan pembuka dan selingan.

 

g.Menjahit

Dengan peralatan mesin jahit seadanya para mahasantri senior membuka kursus bagi yang berminat dalam mengembangkan minat dan bakat mereka. Walaupun belum dikelola secara profesional, mengingat keterbatasan, kemampuan pengurus. Dalam menguasai model pembuatan baju, kreasi jilbab, obras dan lain-lain. Mereka baru hanya sekedar menjahit pakaian sendiri yang rusak ataupun sekedar belajar mengoperasikan penggunaan mesin jahit yang saat ini baru mempunyai lima unit dan satu mesin obras. Namun disayangkan saat ini kelima mesin tersebut tidak dapat dioperasikan dengan baik dikarenakkan dalam kondisi rusak karena mesin yang digunakan adalah mesin-mesin tua sisa peninggalan inventaris lama yang pada mulanya juga dalam kondisi rusak berat.

h.Seni musik

Dalam satu ruangan yang disediakan sebagai tempat penyimpanan sekaligus sebagai tempat latihan bagi mahasantri yang berminat dan berbakat melalui bimbingan langsung dari mahasantri senior dengan peralatan yang masih relatif minim karena sebagian besar masih menggunakan peralatan musik milik institut yang juga masih sangat kurang dari standar kelengkapan. walaupun diantara beberapa alat yang ada masih milik pribadi. Namun sound System yang digunakan sudah tergolong memenuhi standar minimal. Mereka biasanya tampil dalam setiap acara pentas seni tahunan yang diadakan ma’had al-jamiah maupun di beberapa ajang lomba yang diselenggarakan pihak dalam dan luar institut.

i.Seni Teater

teater di Ma’had Al-Jami’ah belum dikelola secara intensif, karena belum dikelola secara profesional mengingat pengelolaan masih sebatas kreativitas spontan dari para mahasantri kreatif pada momen-moment tertentu seperti pada ajang lomba-lomba drama berdurasi pendek, lomba puisi, pantomim, dan tari kombinasi yang diadakan antar kamar dalam satu semester sekali, terutama di acara tahunan Takrim Al-Najihin dan pentas seni Mahasantri. Di sana mereka diberikan kebebasan berekspresi dan berkreasi dalam membina bakat dan minat sehingga totalitas keseluruhan mulai dari penyelenggaraan, penataan ruang, sampai kepada pengisian dan penyusunan acara sepenuhnya dikelola oleh seluruh mahasantri tanpa melibatkan pihak luar manapun. Pengelolaan ini dirasa belum maksimal dan optimal dikarenakan belum adanya pembina yang berketerampilan khusus maupun pengalaman dalam seni teater, namun ke depan Ma’had Al-Jami’ah tetap mengacu pada tekad menjadikan mahasantri yang berkepribadian luas dan multi talenta sehingga segala jenis skill maupun bakat dapat tersalurkan secara komprehensif dan berkesinambungan yang pada gilirannya dapat menjawab tuntutan zamannya.

j.Beladiri

Seni bela diri di Ma’had Al-Jami’ah masih tergolong muda, mengingat pengelolaannya masih pada mahasantri senior generasi awal sekaligus generasi perintis yang diharapkan nantinya dapat menggembleng dan mentransfer segala macam skill kepada adik-adik generasi berikutnya. Mereka dikelola secara intensif dengan mendatangkan guru dari luar yang dianggap sejalan dengan pola penanaman karakter yang ada di Ma’had dalam menggembleng mentalitas mahasantri yang berpengetahuan luas, kepribadian dan berbudi tinggi sehingga semakin bertambah ilmu pengetahuan, semakin santun dan tetap menjaga nilai-nilai dan norma-norma sosial bermasyarakat.

k.Melukis

Metode pengembangan minat dan bakat dalam seni lukis tidak jauh berbeda dengan metode lain di Ma’had AL-Jami’ah, yaitu dengan banyak memberikan penugasan melalui bimbingan dan arahan yang kontinu dan komprehensif. Sehingga seiring singkatnya waktu pembinaan di Ma’had yang hanya diwajibkan satu tahun dapat mengimbangi maksimalitas dalam akselerasi pencapaian target yang dicanangkan. Model yang dikembangkan mulai dari tahap pemula dengan menggunakan media kertas dan cat air sampai pada media kanvas, triplek maupun kaca bening dan sesekali diselingi dengan melukis langsung dinding tembok pada sudut-sudut tertentu dalam lingkungan Ma’had Al-Jami’ah.

l.Pembekalan IT

Waktu pembelajaran dan pembekalan IT antara selesai shalat Shubuh sampai waktu siap berangkat kuliah ditambah hari-hari libur yang meliputi pembelajaran software program Microsoft Office sebagai basic awal pengenalan pola program komputer yang meliputi: Microsoft Word, Excel dan Powerpoint sampai pada pengenalan program-program desain graphic profesional dan multimedia seperti: Publisher, CorelDRAW, Photoshop, Video Editing dan pengelolaan website. Sedangkan untuk pembekalan di bidang hardware mereka dibekali dengan tata cara perakitan komputer sekaligus mengenal perangkat keras dalam komputer. Pembekalan ini masih dirasa belum optimal dikarenakan waktu pembekalan belum secara berkala, tapi masih pada waktu-waktu tertentu dan pada mahasantri senior yang notabene para pengurus organisasi asrama Ma’had Al-Jami’ah.