Pembelajaran Qira’ati Perdana Bagi Mahasantri Putri

Suasana Pembelajaran Qiroaty Mahasantri Putri Ma'had Al-Jami'ah
Suasana Pembelajaran Qiroaty Mahasantri Putri Ma’had Al-Jami’ah

Qiroati Putri Ustadzah Mentor Qiroaty suasana keceriaan saat belajar QiroatiTelanaipura – Pengenalan serta pembelajaran qira’ati bagi mahasantri baru tahun 2016 digelar untuk pertama kalinya di Ma’had Al-jami’ah IAIN STS Jambi, tadi malam Jum’at (19/8). Qira’ati sendiri merupakan suatu metode membaca Al-Qur’an yang langsung memasukkan dan mempraktekkan bacaan tartil sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Metode ini disusun oleh H. Ahmad Dahlan Salim Zarkasyi, Semarang.
Acara ini dimulai pukul 20.00 – 21.00 WIB di koridor shafa dengan tutor Ustadzah Shelfi Annisah Nasution. Yang mana kegiatan ini berjalan dengan baik. Mahasantri terlihat sangat antusias ketika mengucapkan huruf-huruf hijaiyah dengan suara lantang. Semangat mereka yang luar biasa membuat Ustadzah Shelfi semakin menggebu-gebu dalam berbagi ilmu Qiro’atinya.

Berbagai macam ekspresi dari para mahasantri pun terlihat unik ketika mereka menyebutkan huruf demi huruf yang diajarkan oleh Ustadzah Shelfi. Untuk para mahasantri yang berasal dari sekolah umum mungkin hal ini tidak biasa dilakukan karena pastinya belum pernah bertemu dengan yang namanya qiro’ati. Namun, bagi para mahasantri yang berasal dari pesantren terutama Raudhatul Mujawwidin hal ini bukan hal yang aneh lagi karena sudah menjadi makanan sehari-hari.
Siti Mubarokah, salah satu pengurus Ma’had Al-Jami’ah yang berasal dari Pondok Pesantren Raudhatul Mujawwidin saat ditemui mengatakan “Tujuan dari pembelajaran Qiraati ini adalah untuk membaguskan bacaan. Jika mereka sudah tau dasar dasar nya, mereka akan mudah dalam membaca Alquran yang sesuai dengan kaidah.”
Dengan diadakannya pengenalan metode qiro’ati ini, diharapkan agar para mahasantri dapat mengenal huruf hijaiyah dengan baik, dan pada akhirnya nanti mereka akan dibimbing langsung oleh tutor masing-masing. Seluruh pengurus juga berharap setelah Qiraati diterapkan ke mahasantri baru, kesucian dan kemurnian Al-Qur’an akan tetap terjaga. Karena bacaan Al-Qur’an akan terdengar indah ketika kita mampu membacanya sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. (idh/nnd)

Comments

comments

About admin

Check Also

uu

PANITIA UJIAN SIBUK DIKANTOR

INTI – Minggu (25/12) Panitia Kesekretariatan Ujian Akhir Semester (UAS) Ma’had Al-Jami’ah IAIN STS Jambi …