Home / Uncategorized / Ku Lepas Kepergianmu, kan Ku Jaga Peninggalanmu Sahabat..!!

Ku Lepas Kepergianmu, kan Ku Jaga Peninggalanmu Sahabat..!!

قل إن الموت الذي تفرون منه فإنه ملقيكم ثم تردون إلى عالم الغيب والشهادة فينبئكم بما كنتم تعملون

Engkau ditakdirkan untuk pergi dahulu.., walau asaku ingin menghalanginya, namun apa daya.., bisikan nuraniku berkata “ Allah tidak pernah salah dalam menentukan takdir hambanya” itulah sebabnya  jari tangan ini seolah dipaksa untuk menggores secarik catatan akhir seiring kepergianmu..


walau ku tahu goresan ini tak banyak yang memandangnya,   Beragam balasan dari rekan, sahabat dan handai taulan saat merespon kabar yang kukirimkan via SMS di hari pertama kau tergeletak di atas pembaringan pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS. Raden Mataher siang itu..

 

 tepatnya ruang ICU, ada yang me reply ” semoga cepat sembuh”, “ allah yasyfihi” dan banyak lagi yang tak bisa ku tuliskan di sini, yang jelas kesimpulanku, aku telah bisa mengabari mereka tanpa memberikan kesan yang sesungguhnya dapat membuat orang sport jantung, terutama saat kuhubungi sang istri tercintamu itu, yang tentunya lebih-labih harus ku jaga perasaannya, karena di satu sisi aku harus berbagi kabar kepada semua, namun di sisi lain hati ini tak rela jika mengatakan sesungguhnya kau dalam kondisi kritis, karena dalam hati kecil ada bisikan firasat yang kucoba untuk menepisnya, tentunya dengan harapan kau akan kembali mengisi hari-hari kita sebagaimana biasanya, bagaimana tidak, hari itu..beberapa saat sebelum peristiwa itu terjadi,  sedikitpun tidak ada kesan semua ini akan kau alami, bahkan akhirnya itu pulalah akhir dari segalanya, dengan senyum yang senantiasa terukir di wajahmu, mengiringi setiap canda tawa dalam keseharianmu, kau menyalamiku sambil memohon dukungan doa, semoga menang dalam sebuah kompetisi pertandingan futsal yang diadakan pihak rektorat katamu saat ku tanya. Walaupun dengan pertanyaan ringan ku lontarkan padamu, kenapa bertanding di tengah siang bolong yang sangat panas itu, namun itulah salah satu kebiasaanmu yang kurasa perlu dicontoh, hobi berolah raga ,tetap semangat dan optimis, walau sebenarnya kondisi kesehatanmu ternyata kurang mendukung, karena belakangan ku ketahui ternyata tensi darahmu saat itu sedang dalam nota bene stadium tinggi (240/..) menurut tetanggamu yang kebetulan juga paramedis yang mengetahui kondisimu sebenarnya saat cek up terahirmu beberapa hari sebelumnya dan menyatakan kau harus banyak beristirahat. Tapi itulah hidup dengan segala macam problema dan sunnahnya, untung tak dapat dikejar, balak tak dapat ditolak…ajal dapat menjemput siapa saja kapan dan dimana saja.
Kini tinggal hari-hariku yang masih menapak tilas segala kenangan indah bersamamu, kaulah sahabat yang kukenal frendly, belum pernah melontarkan kata-kata kecuali terdengar nyaman di telinga,tetap tersenyum walau hatimu marah, tak terkecuali padaku, walau kusadari sikap diri ini kadang tak adil terhadap sikapmu yang penuh keramahan dan pengertian itu, tutur katamu yang penuh kelembutan, tidak berfikir tentang sesuatu kecuali dari sisi positifnya (positif thinking),mudah-mudahan itu semua atsar dari ibadahmu yang gemar berzikir dan iltizam solat berjamaah…amin! tqobbalallahu minna waminkum”! itulah kenapa kepergianmu membuatku sulit membendung air mata yang tergolong sulit untuk keluar selama ini  masih segudang cerita dan pengalaman yang masih kental terukir dalam setiap kenangan, terutama hasil karya goresan tanganmu yang kan ku abadikan dalam ruang ingatan..
kini kau tlah tiada, tapi tauladanmu senantiasa takkan punah.  
Wahai Jiwa yang tenang.. kembalilah ke haribaannya dengan tenang !
Dibawah naungan pepohonan dan iringan gemericik aliran sungai di syurgaNya sana,…nantikan kami wahai sahabat! Doaku bersamamu.. (By: Abu Awfa)

 

 

Comments

comments

About

Check Also

ACUAN TAHFIDZ UNTUK SEMESTER ATAS BAGI SI DAN S2EOLOGI : 5 POINT AYA

ACUAN TAHFIDZ UNTUK SEMESTER ATAS BAGI SI DAN S2 NOMOR: In.08/MAJ/PP.00.7/  85 /2009 JUZ ‘AMMA …