Home / Sejarah Berdirinya Ma’had al-Jami’ah IAIN Sulthan Thaha Saifuddin

Sejarah Berdirinya Ma’had al-Jami’ah IAIN Sulthan Thaha Saifuddin

Institut Agama Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sebagai perguruan tinggi agama terbesar di propinsi Jambi diharapkan mampu memberikan layanan yang bermutu kepada penggunanya, sehingga dapat meningkatkan mutu layanan pendidikan, peningkatan kualitas lulusan, serta peningkatan kiprah lulusan atau alumni IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi di tengah-tengah masyarakat.

 

Untuk mewujudkan layanan tersebut, maka upaya pengembalian pencitraan lembaga, pendidikan yang tertua dan sangat monumental, peningkatan moralitas dan akhlak bangsa, pembinaan dasar yang kuat terhadap agama, bahasa Arab dan bahasa Inggris, teknologi dan budaya, serta peningkatan daya saing Perguruan Tinggi menuju kompetisi sumber daya manusia, kelembagaan, maka IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi haruslah didukung oleh tersedianya lembaga studi sebagai pendukung terciptanya mutu pendidikan yang unggul dan dapat menjadi pelopor pendidikan.

 

Dalam mewujudkan keinginan dimaksud, maka salah satu lembaga studi yang dianggap relevan dan dapat meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan mendirikan Ma’had al-Jami’ah di lingkungan IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, lembaga Ma’had al-Jami’ah ini diharapkan dapat berperan efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan kompetensi kemampuan berbahasa asing (Arab dan Inggris). Dan pendalaman kompetensi basic agama bagi mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Adapun yang menjadi dasar hukum pelaksanaan Ma’had al-Jami’ah ini adalah :

  1. Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003
  2. Undang-undang Nomor 14 tentang Guru dan Dosen
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tentang Standar Nasional Pendidikan
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi
  5. Surat Keputusan (SK) Menteri Agama Republik Indonesia tentang Statuta IAIN STS Jambi

 Pentingnya pengembangan kualitas Ma’had al-Jami’ah dirasakan karena selama ini kemampuan bahasa asing bagi mahasiswa IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi belum menunjukkan hasil yang menggembirakan, salah satu faktornya adalah karena pengelolaan bahasa asing belum dilakukan secara maksimal. Dengan melihat kondisi obyektif inilah yang menjadi keprihatinan semua pihak, khususnya umat Islam. Oleh karena itu, pimpinan IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang saat itu menjabat sebagai rektor adalah Bapak Prof. Dr. H. Mukhtar, M.Pd bertekad untuk mengupayakan secara optimal mengembalikan citra bahwa propinsi Jambi merupakan salah satu sentral pencetak kader-kader ulama. Upaya ke arah itu telah dirumuskan melalui beberapa langkah strategis, di antaranya dengan membentuk suatu lembaga dengan program kekhususan yang bersifat kurikuler, yaitu Program Ma’had al-Jami’ah yang dimulai sejak tahun akademik 2008/2009.

 

Adapun yang menjadi alasan dibentuknya Program Ma’had al-Jami’ah IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi antara lain:

 Pertama, menjawab tuntutan lokal dan tantangan global. Disadari bahwa pada awal dekade delapan puluhan telah tumbuh dan berkembang lembaga pendidikan agama tingkat menengah atas seperti Madrasah Aliyah Negeri atau Swasta dan Pondok Pesantren dengan berbagai coraknya, ”Tradisional dan Modern”. Namun keberadaan kedua model lembaga pendidikan tersebut dengan berbagai perubahan materi yang diajarkan berdampak pada kelulusan yang keilmuannya tidak mendalam. Berbeda dengan lembaga yang pernah diperankan oleh lembaga-lembaga pendidikan sejenis pada masa sebelumnya. Kendala itu berimplikasi terhadap semakin langkanya figur ulama yang memenuhi kualifikasi sebagai panutan umat, sekaligus sebagai tokoh terkemuka di bidang agama, khususnya untuk wilayah propinsi Jambi.

 Di sisi lain, lembaga-lembaga pendidikan umum maupun agama memang mampu mencetak sarjana-sarjana muslim yang mahir dan menguasai ilmu pengetahuan kontemporer maupun teknologi modern, namun tidak didukung dengan ilmu-ilmu keislaman yang mendasar dan memadai, sehingga tidak mampu membuat keselarasan dan keseimbangan antara tuntutan kemajuan zaman dan prinsip ajaran agama. Konsekwensinya, gagasan, pemikiran dan solusi yang mereka tawarkan dalam pemecahan berbagai permasalahan umat tidak mempunyai pijakan yang kuat dari kaidah-kaidah keagamaan.

 

Dalam kompleksitas inilah IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi merasa terpanggil dan ikut bertanggung jawab untuk menemukan solusi yang tepat bagi pemecahan masalah dimaksud dengan mencetak kader–kader yang memiliki basis ilmu–ilmu keagamaan tradisional dan menguasai ilmu pengetahuan kontemporer secara seimbang.

 Untuk itu IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi akan melakukan pendekatan-pendekatan yang bersifat multi disipliner agar melahirkan ulama-ulama yang intelek profesional atau intelek profesional yang ulama.

 Selain berkiprah di bidang pendidikan tinggi, IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi juga tidak terlepas dari tantangan globalisasi yang ditandai dengan semakin kompleksnya masalah kehidupan umat dewasa ini dan munculnya tantangan kehidupan masa depan. Tantangan dimaksud telah meniscayakan IAIN untuk eksis dan memerankan diri sebagai salah satu lembaga Pendidikan Tinggi Agama Islam yang mampu berdiri sejajar dengan lembaga Pendidikan Tinggi lainnya dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia sebagai pusat peradaban Islam. Hal itu mungkin saja dapat dicapai dengan meningkatkan kualitas program pengajaran di IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, juga dengan melakukan kerja sama dalam berbagai kegiatan akademik dan non akademik dengan beberapa lembaga pendidikan tinggi lainnya, baik yang berskala nasional maupun internasional.

 Sejalan dengan tuntutan era globalisasi yang ditandai dengan semakin tingginya kompetisi dalam berbagai lapangan kehidupan, penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan mutlak diperlukan. Dalam keikutsertaan kompetisi dimaksud, semua pihak selain dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir, juga dituntut untuk memiliki pengetahuan keagamaan yang mendalam, sehingga melahirkan para generasi yang memiliki moralitas yang handal, mempunyai etos kerja yang tinggi dan bekerja secara profesional.

 Dalam hal ini IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi akan berbuat semaksimal mungkin untuk memenuhi tuntutan lokal dan menjawab tantangan global dengan meningkatkan kualitas ilmu-ilmu keagamaan, juga dengan membekali ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan di era modernisasi seperti ilmu pengetahuan manajemen, ekonomi, politik, hukum, komputer dan keterampilan berbahasa asing, khususnya bahasa Arab dan bahasa Inggris.

 Kedua, bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai sumber keilmuan. Penguasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris bagi mahasiswa sebuah perguruan tinggi merupakan prasyarat mutlak dalam pengkajian ilmu-ilmu keislaman maupun umum. Terkait dengan hal itu, sebagian besar mahasiswa yang masuk ke IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berasal dari tamatan Madrasah Aliyah Negeri/Swasta dan Pondok Pesantren maupun sekolah umum yang pada umumnya kualifikasi kemampuan mereka di bidang bahasa Arab maupun bahasa Inggris belum memadai dan kurang menggembirakan, hal ini berimplikasi pada rendahnya kemampuan mereka dalam mempelajari dan menguasai ilmu-ilmu keislaman maupun umum dari sumber-sumber asalnya secara langsung dalam menyelesaikan jenjang pendidikan S1 di IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

 Fenomena ini pada dasarnya sudah terdeteksi dari awal penerimaan mahasiswa, di mana sebagian besar calon mahasiswa mengalami kesulitan dalam menjawab ujian bahasa Arab dan bahasa Inggris. Dengan demikian, dalam pengembangan IAIN ke depan, hal ini dianggap sebagai persoalan yang krusial yang memerlukan perhatian dan penanganan khusus sebagai daya peningkatan mutu pengajaran secara umum.

Berdasarkan kedua tuntutan di atas, juga dengan melihat banyaknya gedung kampus Telanai yang kosong dapat dijadikan asrama sementara yang dapat menampung kurang lebih 1000 orang mahasiswa baru, maka pada tanggal 1 September 2007 terbentuklah kepengurusan Program Ma’had al-Jami’ah melalui surat keputusan rektor IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi nomor: IN/12/R/SK/HM.01/2257. Dengan demikian IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi memandang bahwa pendirian Ma’had al-Jami’ah dirasakan sangat urgen untuk merealisasikan semua program kerjanya secara integral dan sistematis sejalan dengan visi dan misi IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.